Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 28 Desember 2009

Sablon sparasi

Separasi diambil dari kata separate yang artinya pisah.
Jadi separasi adalah proses memisah gambar(fullcolour) menjadi hanya 4 warna yaitu CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Key Colour alias Black).
Untuk pemahaman awalnya, boleh dibayangkan printer warna isi tintanya hanya 4 yaitu CMYK tapi bisa mencetak gambar foto yang kaya warna.
Dapat saya katakan disini bahwa prinsip film separasi adalah membuat suatu gambar utuh (full color) menjadi terpisah-pisah sesuai dengan warna-warna penyusunnya, karena prinsip kerja alat pencetak gambar adalah mencetak berdasarkan warna per warna.
Nah, disinilah pentingnya film separasi, bagaimana kita memisahkan dan mengelompokkan warna-warna penyusun gambar dengan tepat sehingga hasil pencetakannya dapat sama atau minimal mendekati sama dengan gambar aslinya.
Proses cetak separasi umumnya menggunakan warna-warna proses (prosess color), yaitu cyan (C), magenta (M), yellow (Y), dan Black (K) sehingga biasa disebut dengan warna CMYK. Dari perpaduan (kombinasi, percampuran) keempat warna tersebutlah sebenarnya dapat dihasilkan berbagai wacam warna yang menyusun suatu image. Misalnya untuk menghasilkan warna merah dilakukan dengan memadukan warna yellow dan magenta.
Perbandingan persentase antara yellow dan magenta atau dengan tambahan warna lain akan menentukan warna merah seperti apa yang dihasilkan. Misal 100% magenta dipadukan dengan 100% yellow (perbandingan 1:1) akan menghasilkan warna red (merah). Sedangkan perpaduan 60% magenta dan 100% yellow (perbandingan 3:5) akan menghasilkan warna orange. Atau perpaduan antara 20% magenta, 20% yellow dan 60% black (perbandingan 1:1:3) akan menghasilkan warna dark brown. dst. Warna-warna lain yang tidak bisa dihasilkan dari perpaduan warna CMYK (misalnya biru/merah/kuning/cokelat/emas/dsb tertentu) akan dicetak menggunakan warna khusus (biasanya warna panthone). Meskipun ada juga proses cetak yang warna dasarnya bukan CMYK, tetapi menggunakan enam warna dasar (hexachrome) yang terdiri atas hexachrome yellow, orange, magenta, cyan, green, dan black. Tetapi umumnya yang digunakan adalah warna CMYK.
Jika kita buka printer warna kita, kita akan menemukan cartridge pada printer tersebut akan terdiri dari sekat-sekat warna yang berisi warna-warna cyan, magenta, yellow dan satu tambahan lagi warna black. Ini berarti setiap kali kita mencetak foto warna kita pada selembar kertas, kita telah melakukan proses cetak separasi. Hanya saja, kita tidak perlu melakukan pemisahan warna terlebih dahulu, karena komputer telah melakukan pemisahan warna secara otomatis dan mengirimkannya kepada printer, sehingga printer bisa “tahu” warna cyan misalnya harus dicetak di posisi sebelah mana saja. Begitu pula pada proses cetak dengan menggunakan mesin cetak ataupun sablon, gambar dicetak dengan “menempatkan” warna-warna tertentu pada titik-titik bidang tertentu, yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk gambar yang diinginkan (misalnya foto kita). Tentu saja kita (melalui bantuan komputer) yang memisahkan penempatan warna-warna tersebut (dalam bentuk film, yang kemudian dibuat plat atau screen).

 Bagaimana cara memisahkan warna?
Step 1
Open your image in photoshop. (sebisa mungkin image resolusinya utk print sktr 300 dpi, 600 is much better)
Pastikan image mode nya CMYK. Kalo belum, silahkan convert dulu
image>mode>CMYK color.



Step 2:
Flatten your image.
Lihat layer... kalau ada beberapa layer (gbr, tulisan, dsb) atau hanya 1 layer sekalipun (transparent background) kudu di flatten. Caranya klik knan pada layer atau pilih opsi pada sudut kanan (segitiga kecil) pada tab layer dan pilih Flatten layer.



Step3:
Perhatikan baik2 channel tab. Pastinya Channel sesuai dengan C+M+Y+K. Jik bukan (RGB misalnya) maka image mode nya bukan CMYK.



Step4:
Split channel.
Pada opsi (segitiga kecil) di kanan atas chnnel tab pilih Split Channel.



Step5:
4 new image channel.
Sekarang kita sudah punya 4 file image baru sesuai dengan masing2 channel C+M+Y+K.



Step6:
Bitmap Image.
Rubah lah image mode nya menjadi bitmap. Image>mode>bitmap.



Step7:
Halftone screen.
Pada kotak dialog yg muncul isikan output (sesuai dgn input 300 p/i). Utk method pilih: Halftone screen.



Step8:
Frequency, angle, shape halftone screen.
Pada dialog halftone screen, isikan Frequency: 45-65. Di contoh pake frequency 60 (utk screen sedang/tdk kasar/tdk halus).
Angle
  • Cyan = 75
  • Magenta = 15
  • Yellow = 105
  • Black = 45
Angle ini utk beberapa org punya setting berbeda2. Tp nilai ini yg sering gw pake (The math behind it, gw gak ngerti.. cuman ikutin para pakar aja).
Utk shape pilih : Diamond.



step 9.
Do the step (6-8) to all image color (C+M+Y+K).
Perhatikan angle nya utk masing2 warna (step 8)
hasilnya spt ini:






Your images are ready to print.
print nya pake laserjet (BW), minimal di atas kertas kalkir ya. Kalo bisa pake transparent paper utk laserjet lebih bagus lagi.


semoga bermanfaat deh....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar